Selasa, 16 April 2013

0 Materi SD KLS 5 IPS-Peta Lingkungan Setempat

A.     Pengertian Peta
       Peta adalah gambar sebagian atau keseluruhan permukaan bumi
 dengan perbandingan tertentu. Di kelas tiga kamu sudah belajar tentang
 denah. Peta tak ubahnya seperti denah. Perbedaannya adalah peta
 menggambarkan tempat yang lebih luas. Selain itu peta harus dibuat dengan
 perbandingan tertentu. Perbandingan inilah yang disebut dengan skala.
 Skala mempunyai arti perbandingan jarak pada peta dengan jarak
 sebenarnya di permukaan bumi. Peta dibuat dengan skala tertentu supaya
 dapat menggambarkan keadaan di permukaan bumi dengan ukuran yang
 tepat. Pada peta untuk menggambarkan obyek alam atau buatan yang
 ada di permukaan bumi digunakan simbol, misalnya:        
          Bagaimana peta dibuat?
       Pada jaman dahulu orang mengembara tanpa arah tujuan. Saat itu
 manusia belum mengenal semua bagian bumi. Para ilmuwan mengembara
 ke berbagai tempat. Mereka mencoba menggambar rute perjalanan
 mereka menjadi peta sederhana. Ketika peralatan semakin canggih, para
 ilmuwan bisa memotret bumi dari atas dengan mudah. Selain dengan
 pesawat, satelit j uga bisa digunakan untuk memotret. Darip
otret itu dibuatlah peta.
Jalan, gang dan daerah kecil
yang sulit tertangkap oleh
 kamera dari pesawat terbang, dicatat dan diukur langsung oleh petugas
 langsung di lapangan.


       Permukaan bumi yang bulat bisa digambarkan di atas kertas yang
datar. Untuk melakukannyadiperlukan proyeksi, yaitu memperkirakan jarak,
arah, d an b entuk. D ari s emua c ara t adi, a khirnya
diperoleh sebuah peta yang lengkap. Ada nama jalan,
sungai, gunung, termasuk juga ketinggian dan
kedalaman suatu tempat.
       Kumpulan peta yang dibukukan disebutAtlas. Ada
pula peta yang dibuat di permukaan bulat yang disebut
globe. Globe disebut juga dengan bola dunia.

B.    Jenis Peta
      Peta ternyata sangat beragam. Berdasarkan kegunaannya peta
 dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Peta Umum
       Peta umum disebut juga dengan Peta Topografi. Peta umum
merupakan peta yang menggambarkan keadaan umum dari suatu wilayah.
Keadaan umum yang digambarkan meliputi objek atau kenampakan alam
dan buatan. Objek alam misalnya gunung, sungai, dataran rendah, dataran
tinggi, dan laut. Objek buatan misalnya kota, jalan dan rel kereta api. Peta
Indonesia yang sering dipajang di dinding kantor atau sekolah-sekolah
merupakan contoh peta umum. Peta Indonesia pada contoh di atas juga
termasuk peta umum. Peta umum biasa digunakanuntuk belajar di sekolah,
untuk kepentingan kantor dan wisata.
2. Peta Khusus
       Peta khusus merupakan peta yang menggambarkan data-data
tertentu di suatu wilayah. Peta khusus disebut juga dengan Peta Tematik.
Contoh peta khusus adalah:
a. Peta Persebaran Fauna di Indonesia
b. Peta Hasil Tambang di Indonesia
c. Peta Cuaca di Indonesia.

C.      Komponen Peta
        Peta memiliki kelengkapan penting agar mudah dibaca dan dipahami.
 Kelengkapan tersebut dinamakan komponen peta. Komponen-komponen
 peta antara lain sebagai berikut:
 1. Judul peta
        Judul petamerupakan identitas atau nama untuk menjelaskan isi atau
 gambar peta. Judul peta biasanya terletak di bagian atas peta. Judul peta
 merupakan komponen yang penting. Biasanya sebelum memperhatikan
 isi peta, pasti seseorang terlebih dahulu membaca judulnya.
 2. Legenda
        Legenda merupakan keterangan yang berisi gambar-gambar atau
 simbol-simbol beserta artiny. Legenda biasanya terletak di bagian pojok
 kiri bawah peta                              
3. Skala
      Skala merupakan perbandingan jarak antara dua titik pada peta
dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi. Misalnya skala 1 : 200.000.
Skala ini artinya 1 cm jarak pada peta sama dengan 200.000 cm atau 2
km jarak sebenarnya.
4. Simbol
      Simbol merupakan lambang-lambang atau gambar yang menun-
jukkan obyek alam atau buatan. Simbol peta harus memenuhi tiga syarat
yakni sederhana, mudah dimengerti, dan bersifat umum. Berikut ini adalah
simbol-simbol yang biasa digunakan pada peta.
  5. Mata angin
         Mata angin merupakan pedoman atau petunjuk arah mata angin.
  Mata angin pada peta biasanya berupa tanda panah yang menunjuk ke
  arah utara. Mata angin sangat penting keberadaanya supaya tidak terjadi
  kekeliruan arah.
  6. Garis astronomis
         Garis astronomis merupakangaris khayal di atas permukaan bumi.
  Garis astronomis terdiri dari darigaris lintang dan garis bujur. Garis lintang
  merupakan garis dari timur ke barat sedangkan garis bujur merupakan
  garis dari utara ke selatan.
  7. Garis tepi
         Garis tepi merupakan garis yang dibuat mengelilingi gambar peta
  untuk menunjukkan batas peta tersebut.
  8. Tahun pembuatan peta
         Tahun pembuatan peta menunjukkan kapan peta tersebut dibuat. Dari
  tahun pembuatan kita dapat mengetahui peta tersebut masih sesuai atau
  tidak untuk digunakan saat ini.
9. Inset peta
      Inset peta merupakan gambar peta yang ingin diperjelas atau karena
letaknya di luar garis batas peta. Inset peta digambar bila diperlukan. Inset
peta disebut juga peta sisipan.
10. Tata warna
      Tata warna merupakan pewarnaan pada peta untuk membedakan
obyek satu dengan yang lainnya. Misalnya warna coklat menunjukkan
dataran tinggi, hijau menunjukkan dataran rendah dan biru untuk
menunjukkan wilayah perairan.
  D.     Menggambar Peta
          Bagaimana cara menggambar peta? Menggambar peta dapat
   menggunakan cara menjiplak atau menggunakan teknik kotak. Dengan
   teknik menjiplak hanya dengan menjiplak gambar asli dengan karbon dan
   kertas putih. Sedangkan dengan teknik kotak dapat dilakukan sesuai
   langkah-langkah berikut :
   1. Bukalah Atlas, lalu tentukan peta yang akan digambar!
   2. Amatilah letak kota, sungai, danau, gunung, laut, batas-batas lainnya!
   3. Buatlah garis-garis melintang dan membujur pada gambar peta asli
       dengan menggunakan pensil. Luas kotak = p x l = 1 x 1 cm.
8   BAB 1    Peta Lingkungan Setempat
4. Berilah nomor pada setiap garis lintang! Berilah huruf pada setiap garis
   yang membujur! Nomor dan huruf dibuat pada pinggir garis tepi.
5. Selanjutnya siapkan kertas yang akan digunakan untuk menggambar      .
   Lebih baik ukuran kertas sama dengan ukuran peta aslinya.
6. Buatlah kotak-kotak dengan ukuran sama seperti pada peta asli. Berilah
   nomor dan huruf pada garis lintang dan garis bujur!
7. Gambarlah peta di atas kertas! Perhatikan setiap goresan pensil harus
   sesuai dengan alur garis atau kotak pada peta!
8. Setelah selesai mencontoh peta, pertebal lagi dan berilah warna-warna
   seperti yang ada pada peta di atlasmu!
9. Hapuslah kotak-kotak yang tadi dibua dengan pensil beserta huruf dan
    nomornya!
E.    Menghitung Jarak Tempat dengan Skala Peta
       Pada penjelasan sebelumnya telah disebutkan bahwa peta harus
 dibuat dengan perbandingan tertentu atau skala. Skala merupakan
 perbandingan jarak antara dua titik pada peta dengan jarak sebenarnya di
 permukaan bumi. Skala biasanya menggunakan satuan cm. Skala peta
 ada 2 macam yaitu:
 1. Skala angka
       Skala angka merupakan skala yang menggunakan perbandingan
 angka. Misalnya :
                                    
 Skala 1 : 500.000   atau         1
                                           500.000
    Skala ini artinya jarak 1 cm pada peta sama dengan 500.000 cm pada
 keadaan sebenarnya atau 1 cm jarak pada peta sama dengan 5 km pada
 keadaan sebenarnya di bumi.
 2. Skala garis
       Skala garis merupakan skala yang menggunakan gambar garis untuk
 menunjukkan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya di
 bumi.

F.     Memperbesar dan Memperkecil Peta
        Memperbesar peta adalah membuat peta lebih besar dari peta asli
 dengan perbandingan tertentu. Sedangkan memperkecil peta adalah
 membuat peta lebih kecil dari peta asli dengan perbandingan tertentu.
 Memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan alat mesin
 fotocopy dan pantograf.
        Kita juga dapat memperbesar dan memperkecil peta dengan cara
 sederhana, yaitu dengan menggambar langsung dari gambar asli dengan
 bantuan garis kotak-kotak. Caranya hampir sama dengan teknik kotak.
 Hanya saja dalam membuat petak pada kertas dibuat lebih besar atau
 lebih kecil ukurannya sesuai dengan yang diinginkan. Jika ingin diperbesar
 dua kali, maka kotak diperbesar ukurannya dua kali juga



   Ringkasan
   1. Peta merupakan gambar sebagian atau keseluruhan permukaan
      bumi dengan skala tertentu. Kumpulan peta yang dibukukan disebut
      Atlas. Peta yang dibuat pada bidang bola disebut globe.
   2. Ada dua jenis peta yaitu peta umum (Peta Topografi) dan peta khusus
      (Peta Tematik).
   3. Peta yang baik disertai dengan komponen-komponen peta.
      Komponen peta terdiri dari judul peta, skala peta, legenda, simbol,
      arah mata angin, garis astronomis, garis tepi, tahun pembuatan,
      indeks dan inset peta.
   4. Cara sederhana menggambar peta adalah dengan menjiplak dan
      teknik kotak. Dalam menggambar peta harus dengan hati-hati dan
      teliti agar tidak terjadi kesalahan.
5. Salah satu komponen peta yang penting adalah skala. Skala
   merupakan perbandingan jarak pada peta dengan jarak sebenarnya
   di permukaan bumi. Skala ada dua jenis, skala angka dan skala garis.
   Kita dapat menghitung jarak suatu tempat dengan menggunakan
   skala.
6. Cara memperbesar dan memperkecil peta dapat dilakukan dengan
   teknik kotak. Jika peta diperbesar atau diperkecil maka skalanya
   juga berubah.

0 komentar:

Poskan Komentar